Darelfikr.id, Depok — Malam sebelum pulang, ratusan santri duduk rapat di Aula pesantren. KH. Hadi Hadiatullah, SQ., MA. menyampaikan pesan singkat namun padat: “Selama berlibur, sholat jangan ditinggalkan. Jaga akhlak dan perilakunya selama di rumah.” (11/3)
Mengapa Pembekalan Ini Penting?
Santri akan meninggalkan pesantren selama 23 hari (11 Maret–3 April 2026). Tidak ada lagi azan yang membangunkan, tidak ada lagi ustadz yang mengingatkan. Pembekalan mengingatkan: menjadi santri bukan soal lokasi, tapi soal identitas dan komitmen.
Dua Pesan Inti yang Harus Dipegang
1. Jaga Sholat
Sholat adalah tiang agama. Tantangannya: apakah santri tetap konsisten meski tidak ada yang membangunkan? Pesan pengasuh tegas: jangan tinggalkan sholat, apapun kondisinya.
2. Jaga Akhlak dan Perilaku
Akhlak yang baik adalah buah pendidikan pesantren. Sopan santun, menjaga lisan, menghindari pergaulan buruk — semua harus tetap terjaga meski di luar pesantren.
Libur Adalah Ujian Sesungguhnya
Ujian santri bukan hanya saat setoran hafalan atau ujian kitab. Ujian sesungguhnya justru saat pulang: apakah mereka mampu menjaga sholat dan akhlak tanpa diingatkan dan diawasi? Santri sejati bukan yang baik hanya di pesantren, tapi yang tetap baik di manapun mereka berada. (Ell)














