Darelfikr.id, Depok—Isu perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan menjadi sorotan utama dalam acara bedah buku yang digelar di Pondok Pesantren Dar El Fikr, Bojongsari, Depok. Pada Sabtu, 9 April 2026, puluhan santri putra dan putri berkumpul di Majelis Lantai 3 pondok untuk mengupas buku berjudul “Bisikan Daun Jatuh” karya Wahyudi Pratama.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pondok Pesantren Dar El Fikr dengan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Bojongsari. Kehadiran puluhan santri yang antusias memenuhi ruangan menunjukkan besarnya kepedulian generasi muda pesantren terhadap terciptanya lingkungan belajar yang aman dan harmonis.
Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Kyai Hadi Hadiyatullah selaku Pengasuh Pondok Pesantren Dar El Fikr. Dalam sambutannya, beliau memberikan instruksi tegas yang melarang keras segala bentuk bullying atau perundungan di lingkungan pesantren. Beliau mewanti-wanti agar tidak ada satu pun santri yang melakukan tindakan perundungan, apalagi kekerasan fisik. Beliau menegaskan komitmennya untuk melindungi seluruh santri dan tidak akan menoleransi siapapun yang memulai kekerasan di dalam pondok.
Selanjutnya, jalannya diskusi dipandu langsung oleh sang penulis buku, Wahyudi Pratama. Melalui buku “Bisikan Daun Jatuh”, penulis mengupas sensitivitas isu perundungan yang dikemas dalam karya sastra, sekaligus memberikan edukasi mendalam mengenai dampak buruk psikologis bagi korban serta cara pencegahannya di lingkup pesantren.
Melalui bedah buku ini, diharapkan para santri Dar El Fikr mampu menyerap pesan moral untuk tidak melakukan perundungan dan aktif menciptakan suasana pondok yang damai. Kolaborasi dengan IPNU Bojongsari ini menjadi langkah nyata dalam membentengi santri dari perilaku negatif serta memperkuat komitmen institusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi semua.(Adm/AR)














