Ibu Nyai Iftitahurrohmah: Ibu Perempuan Kami di Dar eL Fikr, Tempat Pulang Setiap Keluh Kesah Santri

Di balik ribuan ayat yang dihafal, ada seorang ibu yang tidak pernah lelah mendengar, menguatkan, dan menyayangi seperti seorang ibu kandung kepada anaknya sendiri.

Ibu nyai sedang memberikan motivasi
banner 468x60

daerlfikr.id, Depok – Ada sesuatu yang tidak bisa diajarkan dari buku mana pun, yang tidak bisa ditemukan di halaman kitab mana pun yaitu hangatnya kasih seorang ibu yang hadir di saat paling berat dalam perjalanan seorang penghafal Al-Qur’an. Dan di Pondok Pesantren Dar eL Fikr, kehadiran itu bernama Ibu Nyai Iftitahurrohmah.

Menghafal Al-Qur’an bukan perjalanan yang mudah. Ada malam-malam panjang yang terasa berat, ada ayat-ayat yang seolah menolak untuk tinggal di dalam dada, ada rindu rumah yang datang tanpa permisi, dan ada air mata yang jatuh diam-diam di sudut kamar. Di titik-titik terberat itulah, para santri menemukan satu tempat yang selalu terbuka: sisi Ibu Nyai.

“Ibu Nyai tidak pernah membuat kami merasa sendiri. Ketika kami datang dengan tangis dan kebuntuan, beliau mendengarkan dengan sepenuh hati bukan sekadar menasihati, tapi benar-benar hadir untuk kami.”

Ibu Nyai Iftitahurrohmah hadir bukan hanya sebagai pengasuh dalam arti formal  beliau adalah ibu perempuan bagi setiap santri yang menitipkan dirinya di Dar eL Fikr. Kasih sayangnya tidak pilih kasih. Kepeduliannya tidak mengenal batas. Setiap santri, dengan segala kekurangan dan perjuangannya, diperlakukan dengan kelembutan yang sama seperti seorang ibu memperlakukan anaknya sendiri.

Dalam proses menghafal Al-Qur’an, banyak santri yang pernah berada di titik ingin menyerah. Hafalan yang stagnan, semangat yang meredup, dan tekanan yang terasa menghimpit. Namun di sinilah peran Ibu Nyai begitu nyata  beliau menguatkan bukan dengan kata-kata keras, melainkan dengan kelembutan yang meresap jauh ke dalam hati. Beliau mengingatkan bahwa setiap kesulitan adalah bagian dari proses, bukan tanda kegagalan.

Bagi para santri, Ibu Nyai Iftitahurrohmah bukan sekadar sosok yang dihormati  beliau adalah tempat pulang. Tempat di mana air mata tidak perlu disembunyikan, tempat di mana kebingungan boleh diungkapkan, dan tempat di mana setiap santri selalu disambut dengan senyum dan doa yang tulus.

Ribuan terima kasih tidak akan pernah cukup untuk membalas kebaikan Ibu Nyai. Namun kami percaya, Allah yang Maha Pemurah akan membalas setiap tetes kasih sayang yang beliau curahkan dengan pahala yang berlipat dan keberkahan yang tak putus-putus.”

Semoga Ibu Nyai Iftitahurrohmah senantiasa dijaga kesehatannya, dipanjangkan umurnya dalam ketaatan, dan terus menjadi cahaya yang menerangi perjalanan para penghafal Al-Qur’an di Dar eL Fikr. Amin ya Rabbal ‘alamin.

اللَّهُمَّ بَارِكْ فِيهَا وَاجْزِهَا خَيْرًا
“Ya Allah, berkahilah beliau dan balaslah beliau dengan kebaikan.” (Ell/Adm)
banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *